Renovasi Ruang DPR Rp 33,4 M


Jakarta, Kompas – Mulai masa sidang ini, 546 anggota Dewan Perwakilan Rakyat akan menikmati ruang kerja yang lebih baik di Gedung Nusantara I yang terdiri dari 23 lantai. Selain diperluas untuk ruang kerja seorang staf ahli, mebelernya pun diganti. Renovasi ini menghabiskan anggaran negara senilai Rp 33,4 miliar.

Kamis (13/11) di Jakarta, Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Shaleh menjelaskan, keputusan merenovasi ruangan anggota DPR itu diambil dalam rapat Badan Urusan Rumah Tangga DPR, 17 Juli 2008. Pelaksanaannya sesuai prosedur yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. ”Ini harga terendah,” katanya.

Menurut Kepala Biro Pemeliharaan Iding Hadiwidjoyo, anggaran untuk renovasi gedung itu Rp 25,6 miliar. Pemenang tender adalah PT Pembangunan Perumahan. Anggaran pengadaan mebeler Rp 6,9 miliar. Pemenangnya PT Cahaya Sakti Investindo Sukses. Total anggaran Rp 32,5 miliar.

Mengacu data yang dikeluarkan oleh PT Yoydya Karya (konsultan proyek), anggaran rencana renovasi Rp 26.263.848.000. Anggaran pengadaan furnitur Rp 7.205.253.000. Total Rp 33,469 miliar lebih.

Menurut Nining, perluasan ruangan diperlukan karena pada 2009 setiap anggota DPR selain dibantu seorang asisten juga seorang staf ahli. Desain ruangan yang dibangun tahun 1996 hanya diperuntukkan bagi satu anggota Dewan dan satu asisten.

Dana itu juga digunakan untuk membangun 10 ruangan anggota DPR yang baru. Jumlah anggota DPR periode 2009-2014 ditetapkan 560, bertambah 10 orang dari periode 2004-2009. Selain itu, juga untuk merenovasi ruangan rapat dan toilet di setiap lantai.

Kinerja DPR

Sekjen Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengharapkan, dengan dikeluarkannya anggaran yang besar itu, 550 anggota DPR maupun staf ahli benar-benar bisa menjamin ada peningkatan kinerja DPR.

”Asisten dan staf ahli DPR harus benar-benar memberikan dukungan kepada anggota DPR agar saat bicara benar-benar didasarkan data,” ucapnya.

Menurut Sebastian, selama ini DPR selalu kalah berargumentasi dengan pemerintah karena tidak memiliki data cukup dan kajian yang mendalam.

Dia juga mengharapkan staf ahli yang nantinya bekerja adalah benar-benar profesional, bukan teman, saudara, atau orang yang memiliki hubungan dekat dengan anggota DPR. Anggota juga agar tidak meninggalkan kerjanya di DPR. (sut)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: